Sumbangan tulisan dan gambar untuk dimuat di Website BIREUEN BERSATU dapat dikirimkan ke E-mail: bireuenbersatu@yahoo.com... Terimakasih. By Admin Omlook Junior

Monthly Archives: January 2013

Keripik Pisang Khas Bireuen

timthumb.php

BIREUEN BERSATU – Ketika kita akan pulang berpergian ke suatu daerah atau berwisata, dalam benak kita tentu bertanya apa yang dapat kita bawa pulang oleh-oleh untuk sanak saudara yang kita tinggalkan di rumah. Bagi dunia wisata oleh-oleh merupakan salah satu unsur yang sangat penting. Biasanya, orang-orang akan mencari suatu yang khas dari suatu daerah sebagai oleh-oleh yang akan dibawa pulang. Oleh-oleh itu dapat berupa makanan, benda/barang atau yang lain. Selain sebagai tanda mata kepada sanak saudara/kerabat/tetangga, oleh-oleh juga dapat digunakan sebagai tanda kenangan dari suatu daerah.

Asal Usul Julukan Kota Juang Bireuen

549637_269055006550303_1665455150_n

BIREUEN BERSATU – Julukan Kota Juang yang ditetapkan untuk Kabupaten Bireuen menarik untuk ditelusuri asal usulnya. Terlebih masih banyak orang yang tidak mengetahuinya. Bahkan mereka yang mengaku orang Bireuen sekali pun.

Tgk Sarong Sulaiman, seorang pelaku sejarah dan pejuang yang sekarang berusia 110 tahun, yang berdomisili di Desa Keude Pucok Aleu Rheng, Peudada Bireuen, saat ditemui Narit di rumahnya, kelihatan masih sehat dan ingatannya pun masih kuat.

Foto Kunjungan Wakil Gubernur Ke Bireuen

532045_120405268125991_2062983717_n
BIREUEN BERSATU – Kunjungan wakil gubernur aceh, Muzakkir Manaf ke suak bireuen meninjau irigasi, disamping muzakkir terlihat Bupati Bireuen H Ruslan M Daud.

Kunjungan Presiden RI Pertama Ke Bireuen

312872_271455846310219_608247362_n

BIREUN BERSATU – Kunjungan presiden Republik Indonesia pertama  ke Cot Gapu Bireuen Aceh pada tanggal 16 juni 1948, Dari kiri depan terlihat Tgk. Hasan Awe Geutah (Panglima Agung), Kolonel. Kawilarang (Panglima Kodam I Bukit Barisan). Dari belakang Tgk. Muhammad Daud Beureueeh (Gubernur Militer Aceh), Mayor Abu Rahman.

 

 

Bireuen Saat Menjadi Ibukota Republik Indonesia

31627_564234773591885_1858865897_n

BIREUEN BERSATU – “Walau hanya seminggu, Bireuen pernah menjadi ibukota RI yang ketiga setelah Yogyakarta jatuh ketangan penjajah dalam agresi kedua Belanda. Namun sayangnya fakta sejarah itu tidak tercatat dalam sejarah Kemerdekaan RI. Sebuah benang merah sejarah yang terputus.”

Sekilas, tidak ada yang terlalu istimewa di Pendopo Bupati Kabupaten Bireuen tersebut. Hanya sebuah bangunan semi permanen yang berarsitektur rumah adat Aceh. Namun siapa nyana, dibalik bangunan tua itu tersimpan sejarah perjuangan kemerdekaan RI yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Malah, di sana pernah menjadi tempat pengasingan presiden Soekarno.

Kedatangan presiden pertama RI itu ke Bireuen memang sangat fenomenal. Waktu itu, tahun 1948, Belanda melancarkan agresi keduanya terhadap Yogyakarta. Dalam waktu sekejap ibukota RI kedua itu jatuh dan dikuasai Belanda. Presiden pertama Soekarno yang ketika itu berdomisili dan mengendalikan pemerintahan di sana pun harus kalang kabut. Tidak ada pilihan lain, presiden Soekarno terpaksa mengasingkan diri ke Aceh. Tepatnya di Bireuen, yang relatif aman. Soekarno hijrah ke Bireuen dengan menumpang pesawat udara Dakota. Pesawat udara khusus yang dipiloti Teuku Iskandar itu, mendarat dengan mulus di lapangan terbang sipil Cot Gapu pada Juni 1948.

7 objek wisata Bireun wajib dikunjungi

100_8971

Menghabiskan akhir pekan bersama keluarga tentu menjadi suatu hal yang sangat istimewa. Apalagi kegiatan tersebut dilakukan sambil mengunjungi objek wisata alam yang memberikan banyak kelebihan dibandingkan berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan.

Selain untuk melepas penat, mengunjungi objek wisata juga berfungsi untuk lebih mengenal alam ciptaaan Tuhan, sehingga timbul rasa memiliki bangsa ini. Biereun sebagai salah satu kabupaten yang maju di Aceh memiliki berbagai objek wisata yang cocok untuk kegiatan traveling, outbound maupun, menambah wawasan tentang sejarah sambil bercengkerama dengan keluarga tercinta. Berikut tujuh tempat wisata di Bireuen yang telah The Globe Journal rangkum khusus untuk anda.

1. Rumoh Teungku Chik di Awe Geutah

Rumoh Teungku Chik di Awe Geutah adalah rumah peninggalan ulama kharismatik Aceh yang bernama Teungku Chik Abdurrahim di Gampong Awe Geutah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Rumah ini diperkirakan telah dibangun 500 tahun silam. Selain rumah Aceh, di lokasi ini juga terdapat mon Kaluet (sumur semedi) tempat para ulama dan santri bersemedi. Di tempat ini pengunjung juga dapat melihat langsung kuburan sang ulama yang dikabarkan berasal dari salah satu negeri Arab.

2. Meuligo Bupati Bireuen

Meuligo Bupati Bireuen merupakan tempat kediaman kepala daerah kabupaten penghasil keripik pisang ini. Dulunya bangunan ini tempat kediaman pembesar Belanda yang berkuasa di Bireuen. Saat Indonesia dalam perang kemerdekaan, di Meuligo ini pernah menginap Presiden RI pertama  Ir. Soekarno. Bangunan ini terletak di pusat kota Bireuen dan berdekatan dengan gedung DPRK setempat.

3. Makam Syuhada Lapan

Makam ini terletak di Cot Batee Geulungku Kecamatan Simpang Mamplam atau lebih kurang 30 km sebelah barat kota Bireuen dan terletak di sisi jalan Medan-Banda Aceh. Di makam ini di kubur delapan orang syuhada yang syahid saat berperang dengan pasukan Belanda. Menurut beberapa sumber, dimakam ini masyarakat bisa meminta berkat dan karomah.

Rumoh Tgk Chik di Aceh Awe Getah

Rumoh Awe getah

Panggang Eungkout

Panggang Eungkout

Masih dalam perancangan

Bireuen-Bersatu-Cover-470x260

Bireuen Bersatu – FPMA

bb22

Ketua Dewan Presidium FPMA dan Ketua Grup Bireuen Bersatu di menasah desa Cot Glumpang Kecamatan Jeunib